Tidak terasa sudah 10 tahun lamanya, satu dekade, tidak bersua dengan bait dan abjad. Aku terlalu lama membenamkan diri dalam lautan visual. Aku cukup tergelitik ketika melihat hasil tulisanku lebih dari satu dekade lalu; penuh dengan typing yang error, terlalu berhati-hati hingga sangat singkat, lugu, dan nostalgic ! Sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar. Di usia 10, aku sudah berkenalan dengan internet, mendapatkan teman dari dunia maya, melihat dunia baru yang saat itu tidak bisa kutemui di dunia nyata. Di sepuluh tahun ini pula, banyak hal buruk dan baik, berdatangan silih berganti: menapaki dunia baru, mendapat perspektif berbeda dari banyak manusia yang kutemui, kehilangan sosok yang sangat berarti dalam hidup, melewati fase-fase depresi, sampai akhirnya belajar menerima dan merelakan. Dulu, sebelum memutuskan untuk masuk di FSRD ITB, aku sempat membuat rencana jangka panjang, skenario jikalau aku masuk Sekolah Tinggi Ilmu Statistika (STIS) alih-alih...
Suatu pagi yang dingin di musim semi tahun ketiga SMA. Aku membuka tirai jendela yang tertutup embun. Angin pagi bertiup sepoi-sepoi, menerbangkan kelopak bunga sakura yang berguguran. "Ko, kau sudah bangun? Makanan sudah siap!" "Ya," jawabku. Aku mengenakan baju bergaris biru-abu dengan celana panjang. Kukenakan pula jaket dan headset biruku, lalu berjalan santai menuju dapur. Sakura nee-chan menatapku dengan lembut sambil menghidangkan sepiring besar kariage beserta mangkuk berisi yasai itame. Tiga mangkuk kecil nasi juga sudah terhidang di meja. Aku menarik kursi dan duduk sembari mencium aroma wangi dari masakannya. "Kakak mana?" tanyaku. "Sepertinya dia masih tidur. Tunggu, ya," Sakura Nee-chan tersenyum, lalu pergi menuju kamar, "Sayang, makanannya sudah siap!" Melihat Sakura nee-chan yang lembut dan gigih membuatku senang. Aku seperti merasakan kehangatan seorang ibu yang sudah lama kurindukan. "Hoaam! Hehe, ...